SATULAYAR.COM - Kebakaran KLM Cipta Anugerah Jaya yang terjadi di pelabuhan Rauf Rahman, Benteng, Kepulauan Selayar, pada Senin pagi (16/3/2026) sekitar pukul 06.30 Wita diduga disebabkan korsleting arus pendek pada sistem kelistrikan yang mengakibatkan seluruh badan badan kapal hangus terbakar api.
Kapal tersebut terbakar saat hendak dipindahkan dari tempat berlabuhnya. Namun, saat mesin kapal dinyalakan, kapal tiba-tiba meledak dan menimbulkan kepulan asap hitam di area tempat kejadian perkara (TKP).
Diketahui, KM. Cipta Anugrah Jaya sendiri merupakan kapal asal Pulau Bonerate, Kecamatan Pasimarannu yang saat kejadian sedang melakukan pemuatan barang-barang campuran, termasuk juga memuat tabung gas elpiji yang akan dibawa ke Pulau Bonerate.
Personel TNI Angkatan Laut Pos Selayar, Serda Yusron Mahendra, kepada satulayar.com pada Senin (16/3/2026) sekira pukul 10.15 Wita mengungkapkan bahwa KLM Cipta Anugerah Jaya merupakan milik H. Salam (65), beralamat di Dusun Eroihu Timur Desa Bonerate, Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Kapal tersebut berangkat dari pelabuhan Bonerate dan tiba di Pelabuhan Benteng, Selayar pada hari Jumat tanggal 13 Maret 2026 sekitar pukul 11.30 Wita.
Kapal tersebut, kata dia, sedianya akan kembali diberangkatkan dari pelabuhan Benteng, Selayar menuju Pulau Bonerate hari ini sekitar pukul 09.00 Wita dengan muatan Tabung Gas 3000 buah, Beras, BBM Pertalite, solar, dan barang campuran lainnya.
"Sesaat sebelum kejadian pihak kapal mendapat pemberitahuan dari petugas pelabuhan agar KLM Cipta Anugrah Jaya bergeser ke pelabuhan sebelah dikarenakan Kapal Ferry Darma Kartika 3 akan sandar ditempat tersebut," kata Serda Yusron.
Usai menerima pemberitahuan tersebut, ABK KLM Cipta Anugrah Jaya yang saat itu ada dikapal segera melepas tali dan satu orang lainnya menyalakan mesin.
"Saat mesin dinyalakan itulah, kapal tiba-tiba mengeluarkan suara ledakan hingga menghancurkan hampir 50 % badan kapal dan kemudian diikuti beberapa kali ledakan susulan," ungkapnya.
Lanjut, Serda Yusron Mahendra mengatakan bahwa KLM Cipta Anugrah Jaya memiliki 5 ABK termasuk Nakhoda. Mereka masing-masing Nakhoda Ariadin (43) dan 4 ABK diantaranya Iksan (45), Irfan (35), Ilham (33) dan Jaya (42).
"Saat kejadian 2 ABK diantaranya sedang tidur dan satu orang sedang tidak berada di kapal. Dua ABK yang saat kejadian sedang tidur tidak dapat menyelamatkan diri sehingga dinyatakan meninggal dunia. Keduanya yakni Nakhoda Ariadin dan Jaya yang hingga saat ini belum ditemukan," jelas Serda Yusron.
Korban meninggal dan korban lainnya yang mengalami patah kaki telah dievakuasi ke RSUD K.H. Hayyung.
Sementara hingga saat ini, upaya pencarian terhadap Jaya (42), korban KLM Cipta Anugrah Jaya masih terus dilakukan dengan melibatkan beberapa unsur terkait diantaranya Basarnas, Pemadam Kebakaran, Polres Selayar dan Kodim 1415/Selayar, serta pihak-pihak terkait lainnya. (Afd).


Social Header