Oleh: Andi Ansar, S.T.
Kepulauan Selayar dianugerahi potensi energi terbarukan yang sangat besar. Ketersediaan energi surya sepanjang tahun, potensi energi angin di wilayah pesisir, serta sumber daya kelautan yang melimpah merupakan modal strategis untuk mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. Namun, potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak diiringi dengan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Selama ini, pembangunan daerah sering kali diidentikkan dengan pembangunan infrastruktur fisik. Padahal, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh jalan, pelabuhan, atau gedung yang berdiri megah, tetapi juga oleh kemampuan masyarakatnya dalam mengelola dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Dalam konteks Selayar, tantangan terbesar bukanlah kurangnya sumber daya alam, melainkan bagaimana mengubah sumber daya tersebut menjadi pengetahuan, inovasi, dan kesejahteraan. Karena itu, energi terbarukan dan pendidikan harus ditempatkan sebagai dua pilar utama transformasi Selayar.
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menjadikan Selayar sebagai laboratorium energi terbarukan Indonesia Timur. Dengan karakteristik wilayah kepulauan dan kekayaan sumber daya energinya, Selayar sangat layak menjadi kawasan percontohan pengembangan energi surya, angin, dan energi laut melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri.
Selain itu, diperlukan pendirian pusat studi energi kepulauan yang berfungsi sebagai wadah penelitian, pelatihan, dan pengembangan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan daerah kepulauan. Kehadiran pusat studi tersebut akan menjadi fondasi bagi lahirnya inovasi lokal yang mampu menjawab tantangan energi di Selayar.
Pembangunan sumber daya manusia juga harus menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah perlu mendorong program beasiswa bagi putra-putri Selayar yang ingin menempuh pendidikan di bidang teknik, energi, lingkungan, dan teknologi.
Di sisi lain, pendidikan vokasi berbasis potensi daerah perlu diperkuat. Sekolah vokasi yang berfokus pada energi terbarukan, teknologi kelautan, dan ekonomi hijau dapat menjadi solusi untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan siap menghadapi perubahan zaman. Pendidikan harus mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.
Pengembangan energi terbarukan juga dapat diintegrasikan dengan sektor pariwisata. Kawasan wisata unggulan seperti Taman Nasional Taka Bonerate dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata hijau yang memanfaatkan energi bersih dalam pengelolaannya. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga memperkuat citra Selayar sebagai daerah yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Namun, seluruh gagasan tersebut tidak akan berjalan tanpa lahirnya gerakan intelektual di tengah masyarakat. Selayar membutuhkan lebih banyak ruang diskusi, forum akademik, komunitas riset, dan budaya berpikir kritis yang mampu mendorong generasi muda untuk terlibat dalam pembangunan daerah. Kemajuan tidak lahir dari sumber daya alam semata, tetapi dari kemampuan manusia dalam mengelola dan mengembangkannya.
Pada akhirnya ketertinggalan Selayar tidak akan selesai hanya dengan pembangunan fisik. Jalan dan pelabuhan memang penting, tetapi yang lebih penting membangun manusia yang mampu memanfaatkan seluruh potensi daerah secara produktif dan berkelanjutan. Energi terbarukan harus menjadi pintu masuk pembangunan sumber daya manusia, sementara pendidikan harus menjadi mesin penggerak transformasi daerah.

Social Header