SATULAYAR.COM - Pemadaman listrik PLN yang dialami warga Desa Nyiur Indah, Kecamatan Taka Bonerate, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan disebabkan jaringan listrik tertimpa pohon kelapa. Akibatnya, ribuan warga tidak lagi merasakan penerangan listrik dari PLN.
Pemadaman listrik ini berdampak terhadap 2 dari 3 Dusun di Desa Nyiur Indah yakni Dusun Bonelambere dan Dusun Bonto Bakka. Untuk Dusun Timoro, listrik normal-normal saja, karena memang tiang yang tumbang berada di Dusun Bonto Bakka dan Bonelambere.
Kondisi pemadaman listrik di 2 dusun itu telah berlangsung selama satu bulan lebih. Sementara pihak PLN telah berupaya untuk memobilisasi tiang pengganti menuju Pulau Kayuadi untuk menormalkan kembali aliran listrik di desa Nyiur Indah.
Warga Desa Nyiur Indah, Ani, kepada satulayar.com melaporkan jika pemadaman listrik yang terjadi itu dikarenakan jaringan listrik tertimpa pohon kelapa yang menyebabkan tumbangnya beberapa tiang listrik di desanya.
Sama halnya dengan yang sering terjadi di daratan Selayar, ketika terjadi cuaca ekstrem hujan deras disertai angin kencang menyebakan tumbangnya pohon kelapa kemudian menimpa jaringan listrik.
Keberadaan pohon kelapa dan pohon lainnya yang menjuntai atau menyentuh jaringan listrik ini juga menjadi keluhan pihak PLN karena dianggap sangat berpotensi menimbulkan gangguan, bahkan membahayakan keselamatan jiwa saat terjadi angin kencang atau hujan.
Sehingga pihak PLN mengimbau warga untuk bersama-sama menjaga keamanan jaringan listrik dengan mengikhlaskan dan mengizinkan pemangkasan maupun penebangan pohon, khususnya pohon kelapa dan tanaman tinggi lainnya yang berada terlalu dekat dengan kabel listrik.
Namun, Ani memberikan tanggapan lain terkait hal tersebut. Pasalnya, saat diawal pemasangan tiang dan jaringan listrik menuju Desa Nyiur Indah sudah ratusan pohon kelapa miliknya bersama keluarganya telah ditebang.
Ani mengaku, sebelumnya ia bersama keluarganya itu menggantungkan hidupnya pada hasil produksi kelapanya tersebut, karena mereka tidak lagi memiliki suami untuk mencarikan mereka nafkah, sementara harus membiayai kebutuhan sekolah beberapa anaknya .
Tapi belakangan saat ada program pemasangan KWH listrik gratis yang diklaim sebagai usulan Anggota DPRD Awaluddin Sihak, ia dan keluarganya sama sekali tidak diusulkan untuk menjadi bagian dari penerima manfaat program tersebut.
"Saya mengajukan 150 KK, tapi yang bisa direalisasikan 113 KK. Walaupun begitu, saya sangat bersyukur. Warga pulau di Desa Nyiur Indah, Desa Batang, dan Desa Kayuadi, Kecamatan Takabonerate, Kepulauan Selayar akhirnya akan menikmati penerangan dari PLN," ujar Awil dengan bangga, Selasa (23/12/2025) seperti dikutip dari bukabaca.co.id.
Ani pun mengungkapkan bahwa dirinya bersama tantenya yang telah menyumbangkan ratusan pohon kelapanya itu untuk Negara, terpaksa harus membayar biaya sebesar Rp2.800.000-, untuk pemasangan instalasi dan KWH listrik PLN.
Ia pun menegaskan jika PLN mau menebang lagi pohon kelapanya, maka ia akan menuntut kompensasi. Ia menilai dirinya bersama keluarga sudah berkorban untuk kebaikan bersama, namun giliran ada bantuan pemasangan listrik gratis, mereka justru terabaikan.
"Pohon kelapa saya dan tanteku itu sudah ratusan pohon ditebang. Kalau PLN mau tebang lagi, maka harus bayar kompensasi. Kami sudah berkorban untuk kebaikan bersama, giliran ada bantuan pemasangan listrik gratis, kami tidak didata. Bahkan yang justru didata itu keluarganya, padahal sangat tidak layak diberikan bantuan itu malah dia yang dapat," tutur Ani, kepada satulayar.com pada Rabu (11/2/2026).
Ia secara tegas menyampaikan jika harus lagi menebang pohon kelapanya karena dianggap mengganggu jaringan listrik, maka ia berharap ada kompensasi yang bisa diberikan oleh Negara kepadanya, sama halnya ketika ia membayar biaya pemasangan KWH listrik PLN di rumahnya.
Sementara itu, Manager PLN ULP Selayar, Noharmin Takbi, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pemasangan listrik gratis tersebut merupakan program pemerintah pusat.
"Itu program pemerintah pusat, ada juga melalui aspirasi dari Anggota DPR RI. Adapun sasaran program tersebut adalah masyarakat miskin," ungkap Noharmin Takbi.
Kendati demikian, Manager PLN Selayar ini mengaku tak mengetahui program pemasangan listrik gratis di Pulau Kayuadi, Kecamatan Taka Bonerate tersebut aspirasi dari siapa.
"Kami tidak tau Pak, itu aspirasinya siapa. Kami hanya melakukan verifikasi lapangan kemudian melakukan pemasangan," pungkasnya. (Afd).

Social Header