Breaking News

BUMDes Lestari Bontosunggu Wujudkan Titah Prabowo, Kini Suplay Ikan Nila untuk Dapur MBG


SATULAYAR.COM
- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lestari Bontosunggu, Kecamatan Bontoharu, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan saat ini telah bekerjasama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontomatene dalam memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis. 

Diketahui, BUMDes Lestari Desa Bontosunggu mengelola tambak ikan nila sebagai program ketahanan pangan desa sebagaimana Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memenuhi target swasembada pangan termasuk untuk menopang kebutuhan program MBG.

Pj. Kepala Desa Bontosunggu, Andi Patmahwati, S.E., saat dikonfirmasi kepada satulayar.com membenarkan bahwa BUMDes Lestari telah menjalin bekerjasama dengan menyuplai kebutuhan ikan nila untuk SPPG Bontomatene. 

"Betul Pak, Alhamdulillah. Salah satu unit usaha BUMDes kami yakni tambak ikan nila sudah bekerjasama dengan SPPG Bontomatene," ungkap Andi Patmahwati, kepada satulayar.com pada Rabu (11/2/2026) siang. 

Bahkan, kata Andi Patmah, hingga saat ini BUMDes Lestari sudah menerima permintaan ikan nila sebanyak 2 kali dari SPPG yang berlokasi di Kelurahan Batangmata tersebut. Mereka telah menyuplai sebanyak 418 kg ikan nila untuk dikonsumsi oleh ribuan siswa-siswi di Kecamatan Bontomatene. 

"BUMDes kami sudah melayani ikan 2 kali permintaan, yang pertama sebanyak 200 kg dan kedua sebanyak 218 kg," kata Andi Patmah. 


Ia lanjut menjelaskan bahwa program ketahanan pangan (Ketapang) tambak ikan nila yang dikelola oleh BUMDes Lestari merupakan kegiatan untuk menjaga ketersediaan protein hewani. 

Andi Patmah menuturkan bahwa pada saat cuaca buruk nelayan tidak bisa melaut, ketersediaan ikan laut kurang maka ikan nila tersebut dapat menjadi pilihan atau alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. 

Selain melayani kebutuhan dapur MBG, pihaknya kata Patmah, juga melayani permintaan masyarakat untuk konsumsi rumahtangga. Bahkan BUMDes juga pernah mendapat permintaan dari penjual ikan untuk selanjutnya dijual kembali di pasar-pasar, karena di pasar ikan laut kurang akibat cuaca buruk, nelayan susah melaut.

Karena itu, ia menilai program Ketapang ini sangat strategis dalam mendukung ketersediaan pangan, peningkatan pendapatan warga, serta penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal desa. 

"Kedepan program ketahanan pangan tambak ikan nila ini akan terus kami kembangkan seiring semakin meningkatnya konsumsi dan permintaan masyarakat," pungkas Andi Patmahwati. (Afd). 

© Copyright 2025 - SATULAYAR.COM | JELAJAH BERITA TERKINI