SATULAYAR.COM - Listrik PLN di Desa Nyiur Indah, Kecamatan Taka Bonerate, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan dilaporkan sudah sebulan lebih mengalami pemadaman alias tidak menyala.
Padamnya listrik ini disebabkan tumbangnya tiang pada beberapa titik di Desa Nyiur Indah, seperti tiang listrik di samping SDN Bonelambere, depan Kantor Desa Nyiur Indah, dan 1 tiang yang sudah mau roboh atau miring pas depan rumah warga di Dusun Bonto Bakkak.
Warga Dusun Bonto Bakkak Desa Nyiur Indah, Ani, kepada satulayar.com menyampaikan jika kondisi pemadaman listrik diwilayahnya itu telah berlangsung selama satu bulan lebih. Ia pun mengeluhkan belum adanya upaya dari pihak PLN untuk menormalkan kembali aliran listrik di desanya tersebut.
"Belum ada upaya saya liat dari PLN. Itu saja tiang tumbang wargaji yang singkirkan karena mengganggu pengguna jalan terkhusus anak sekolah," ungkap Ani di Nyiur Indah kepada satulayar.com pada Rabu (11/2/2026) sore.
Ani mengatakan akibat dari pemadaman listrik itu, 2 (dua) Dusun di Desa Nyiur Indah terdampak yakni Dusun Bonelambere dan Dusun Bonto Bakka. Ribuan warga tidak lagi merasakan penerangan listrik dari PLN.
Sementara untuk Dusun Timoro, ia mengatakan listrik disana normal-normal saja, karena memang tiang yang tumbang berada di Dusun Bonto Bakka dan Bonelambere.
Lanjut, ia menyampaikan jika tiang tumbang itu dikarenakan jaringan listrik tertimpa pohon kelapa, hal yang sering terjadi ketika terjadi cuaca ekstrem hujan deras disertai angin kencang.
Dikonfirmasi terpisah, Manager PLN ULP Selayar, Noharmin Takbi, membenarkan bahwa di Desa Nyiur Indah terdapat 4 tiang listrik yang tumbang.
Ia pun mengatakan bahwa pihaknya telah berusaha untuk melakukan penormalan terhadap aliran listrik di Desa Nyiur Indah.
"Iya, ada 4 tiang roboh, gara-gara tertimpa pohon kelapa tumbang. Saat ini tiang pengganti sudah ada di Pelabuhan Pattumbukang. Besok kalau ada fery, tiang segera di bawa ke Kayuadi," imbuh Noharmin Takbi.
Ia pun mengungkapkan bahwa keberadaan pohon kelapa dan pohon lainnya yang menjuntai atau menyentuh jaringan listrik dianggap sangat berpotensi menimbulkan gangguan, bahkan membahayakan keselamatan jiwa saat terjadi angin kencang atau hujan.
Untuk itu, ia mengimbau warga untuk bersama-sama menjaga keamanan jaringan listrik dengan mengikhlaskan dan mengizinkan pemangkasan maupun penebangan pohon, khususnya pohon kelapa dan tanaman tinggi lainnya yang berada terlalu dekat dengan kabel listrik. (Afd).

Social Header