Breaking News

Muh. Fauzan Putra Latondu Selayar, Santri Ponpes Darul Ihsan Berhasil Khatam Hafalan 30 Juz Al Qur'an


SATULAYAR.COM
- Santri Pondok Pesantren Darul Ihsan, Sinjai asal Kabupaten Kepulauan Selayar, Muh. Fauzan berhasil menghatam hafalan Al Qur'an 30 Juz. Acara khataman Al Qur'an itu berlangsung di Mesjid Pondok Pesantren Darul Ihsan, pada Rabu, 18 Februari 2026 sore. 

Putra dari pasangan Akbar Ahmad dan Indo Tang, warga Dusun Timur, Desa Latondu, Kecamatan Taka Bonerate, Kepulauan Selayar ini berhasil menghatamkan hafalannya diusia 17 tahun. 

Khataman hafalannya itu berhasil diselesaikan setelah selama 2,5 tahun lebih atau hampir 3 tahun mondok di Pesantren Darul Ihsan yang berlokasi di Desa Salohe, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Muh. Fauzan saat dikonfirmasi pada Jum'at (20/2/2026) sore kepada satulayar.com menyampaikan rasa syukur dan bahagianya setelah menghatamkan hafalan 30 Juz-nya. 

"Iye', saya selesai khataman hafalan 30 Juz, Rabu sore kemarin. Alhamdulillah, kegiatannya berjalan lancar," ucap Muh. Fauzan di Sinjai. 

Dengan penuh rasa haru, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada para guru Madrasah Aliyah dan para pembinanya di Pesantren Darul Ihsan yang selama dirinya menjadi santri telah mendidiknya dengan penuh disiplin. 

"Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para ustadz dan ustadzah di Madrasah Aliyah dan Pondok Pesantren Darul Ihsan yang telah mendidik kami dengan sangat baik. Khataman hafalan kemarin juga diacarakan khusus oleh pihak Pondok Pesantren," kata Fauzan. 

Ia mengaku saat ini dirinya duduk di Kelas XII Madrasah Aliyah Darul Ihsan Salohe, Sinjai. Dia merupakan anak sulung dari 3 bersaudara. Saat SD dan SMP dia bersekolah di Latondu, selanjutnya saat lulus dari SMP Satap Latondu ia melanjutkan pendidikannya di Madrasah Aliyah / Pondok Pesantren Darul Ihsan, Sinjai. 

Fauzan mengungkapkan bahwa dirinya lahir dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Ayahnya, Akbar Ahmad adalah seorang nelayan, dan Ibunya Indo Tang hanya seorang Ibu Rumah Tangga (IRT). 

Kendati demikian, kata Fauzan, dorongan orang tua dan keluarganya terhadap pendidikan anak-anaknya begitu besar. Kini jejaknya sebagai santri di Ponpes Darul Ihsan, juga diikuti oleh adiknya. Kata dia, adiknya itu anak kedua, seorang perempuan dan baru kelas X di Madrasah Aliyah, masuk pondok pada tahun 2025 lalu. 

"Insya Allah, 10 Ramadhan nanti baru saya balik ke Latondu. Kebetulan kami libur. Nanti setelah lebaran baru masuk kembali ke Pondok," tutur Fauzan. 

Sementara itu, Pelaksana Harian Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ihsan, Ustadz Mansyur, kepada satulayar.com mengatakan bahwa Muh. Fauzan telah menjalani perjuangan yang luar biasa selama menjadi santri. 

"Iya, Alhamdulillah khataman hafalan 30 Juz Ananda Muh. Fauzan kemarin berjalan lancar. Luar biasa perjuangannya, ia menjalani karantina sekitar 2,5 tahun lebih, hampir 3 tahun perjalanan untuk selesaikan hafalannya," ungkap Ustadz Mansyur di Sinjai, kepada satulayar.com Jum'at malam, usai shalat magrib. 

Meski tidak dihadiri langsung oleh kedua orang tuanya, Ustadz Mansyur menuturkan bahwa acara khataman hafalan Muh. Fauzan, sempat dihadiri oleh pihak keluarga, yang diwakili oleh tantenya. 

"Dihadiri tantenya, kalau tidak salah saudari dari mamanya," kata Ustadz Mansyur. 

Ustadz Mansyur pun menyampaikan apresiasinya dan rasa bangga atas pencapaian santrinya tersebut. Ia berharap ilmu yang telah didapatkan, dan hafalan Al Qur'an agar tetap dijaga. 

"Sukses buat Ananda Muh. Fauzan dan semoga menjadi Mahkota bagi Abi dan Umminya. Menjadi kebanggaan, kebahagiaan, serta dengan ilmunya dapat mengangkat derajat dan mendatangkan kemuliaan bagi keluarganya di akhirat," imbuh Ustadz Mansyur. (Afd). 

© Copyright 2025 - SATULAYAR.COM | JELAJAH BERITA TERKINI