Breaking News

BBM Langka di Selayar, DPRD Dinilai Parasit Anggaran Tak Mampu Kerja untuk Rakyat


SATULAYAR.COM
- Kelangkaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah SPBU di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan dalam sepekan lebih menjadi keluhan dan sorotan publik. Pasalnya, kejadian ini merupakan hal berulang yang tidak pernah mendapatkan solusi konkret. 

Kondisi tersebut pun menjadi keluhan dan memicu kekhawatiran masyarakat Selayar, terlebih lagi saat menjelang bulan suci Ramadhan 2026. Warga Selayar pun mempertanyakan kehadiran Pemerintah dan kerja-kerja Anggota DPRD Kepulauan Selayar.

Warga menilai kedua Lembaga itu, Eksekutif dan Legislatif tidak mampu mengambil langkah strategis dan cepat dalam mengatasi kelangkaan pasokan BBM subsidi yang terjadi di Kepulauan Selayar. 

"Bubarkan saja DPRD Kab Kepulauan Selayar karwna sudah bukan lagi perwakilan rakyat. Fungsi kontrol, fungsi pengawasan, fungsi lagislasi apa yang sudah dijalankan untuk yang berdampak pada masyarakat, soal BBM saja sampai hari ini masih soal yang sama dari dulu sampai sekarang," tulis akun @Arista Rista dikolom komentar Facebook pada postingan berita terkait kekosongan stok BBM di Selayar, Selasa (17/2/2026) petang. 

Ia malah menyebut para Anggota DPRD Selayar itu hanya parasit anggaran, karena dinilai telah menerima gaji yang sudah besar, segala tunjangan dan fasilitas fungsinya juga telah diberikan. Namun, kinerja Anggota DPRD sampai hari ini belum sama sekali memberikan dampak kepada masyarakat. 

"Parasit anggaran, gaji sudah besar, segala tunjangan dan fasilitasi fungsinya diberikan. Tapi kinerjanya sampai hari ini belum sama sekali memberikan dampak kepada masyarakat," tulisnya. 

Dampak dari kosongnya stok dan terlambatnya pasokan BBM ini pun terlihat dari melonjaknya harga eceran Pertalite di tingkat pengecer yang sampai menembus harga Rp 20.000 per botolnya. 

"Pengecer tembus 20.000/botol. Di pasar bonea, tapi mungkin habismi karena tadi banyak yang membeli," kata UdhienDaeng Silajak.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Kepulauan Selayar mengatakan bahwa kondisi kelangkaan BBM bersubsidi ini telah di cek oleh pihak Polres Kepulauan Selayar. 

"Sudah dichek sama Intel, hasilnya memang kosong BBM di APMS alasan pengelola memang gara-gara Kapal Tangker terlambat datang, karena ada kerusakan," jelas Suardi. 

Harusnya, kata Kasi Humas Polres, BBM tersebut datang hari ini, tapi ternyata baru loading di Makassar sehingga pasokan BBM kemungkinan besok baru tiba di Selayar, pungkasnya. 

Sebelumnya, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda, Mursalim, saat dikonfirmasi kepada satulayar.com pada Selasa (17/2/2026) sore, mengatakan bahwa kelangkaan BBM yang terjadi disebabkan kapal tanker pengangkut BBM ke Kepulauan Selayar mengalami kerusakan. 

Namun, kata dia, berdasarkan informasi dari pihak Pertamina Makassar kapal sudah mulai proses muat di Makassar. Sehingga, kemungkinan Rabu atau Kamis besok distribusi BBM sudah tiba di Selayar. 

"Kapal tanker sempat mengalami kerusakan sehingga ada keterlambatan distribusi, tapi sudah mulai loading di Makassar, besok mungkin sudah masuk kembali BBM di Selayar," jelas Mursalim. (Afd). 


© Copyright 2025 - SATULAYAR.COM | JELAJAH BERITA TERKINI