Breaking News

Polisi Selidiki Kasus Pelajar Meninggal Usai Tenggelam di Halona Waterboom Selayar


SATULAYAR.COM
- Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan, S.I.K., S.H., M.Tr. Mil., menegaskan bahwa pihaknya akan menangani peristiwa atau kejadian meninggalnya seorang anak berinisial A (10) usai tenggelam saat berenang di wahana wisata Halona Waterboom, Desa Barugaia, Kecamatan Bontomanai, secara profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. 

“Kami akan melakukan penyelidikan secara mendalam untuk mengungkap secara jelas kronologis serta faktor-faktor penyebab kejadian ini, termasuk pengelolaan dan penerapan standar operasional di lokasi wisata,” tegas AKBP Didid, melalui keterangan tertulis, pada Sabtu (10/1/2026) malam. 

Dia mengatakan sebagai bagian dari upaya dan proses penyelidikan, pihaknya telah menutup sementara operasional wahana permandian Halona Waterboom dan memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian guna menjaga status quo tempat kejadian perkara. 

Untuk itu, Ia meminta pihak keluarga korban untuk mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada kepolisian. 

"Saat ini penyidik telah melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, melakukan visum terhadap korban, serta meminta keterangan dari pihak pengelola guna menentukan langkah hukum selanjutnya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," ungkapnya. 

AKBP Didid Imawan menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa yang dialami anak perempuan asal Dusun Boneapara, Desa Parak, Kecamatan Bontomanai tersebut. Dimana, saat ini korban merupakan seorang pelajar yang masih mengenyam bangku pendidikandi Sekolah Dasar. 

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kami sangat menyesalkan kejadian ini, terlebih korban merupakan anak di bawah umur,” ucap Kapolres.

Untuk diketahui, peristiwa tenggelamnya anak tersebut terjadi pada Sabtu, 10 Januari 2026 sore. Berdasarkan keterangan kepolisian, kejadian bermula saat korban bersama saudara kandungnya berkunjung ke lokasi wisata tersebut untuk berenang. 

Setibanya di waterboom, kakak korban lebih dahulu berenang, sementara korban sempat diarahkan untuk bermain di area kolam anak. Namun, korban kemudian ikut masuk ke kolam dewasa dengan kedalaman sekitar 90 hingga 140 sentimeter. Diduga korban mengalami kelelahan saat berada di dalam kolam hingga akhirnya tenggelam.

Sejumlah pengunjung yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Barugaia, karena kondisi korban dinilai memerlukan penanganan lebih lanjut, sehingga pihak puskesmas kemudian merujuk korban ke rumah sakit. 

Namun, dalam perjalanan menuju rumah sakit, nyawa korban tidak bisa lagi terselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia. (*) 

© Copyright 2025 - SATULAYAR.COM | JELAJAH BERITA TERKINI