SATULAYAR.COM - Kapolsek Bontomatene, Iptu Rahmat Saleh, S.Sos., memimpin langsung operasi pencarian terhadap Abdul Wahab (70), warga Dusun Bontorikja, Desa Tanete, Kecamatan Bontomatene, Kepulauan Selayar yang dilaporkan hilang sejak Minggu, 25 Januari 2025 lalu.
Pada hari keempat pencarian pada Sabtu (31/1/2026), personel Polsek Bontomatene bersama Tim SAR gabungan di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pergerakan korban di Desa Tanete, Kecamatan Bontomatene.
Kapolsek Bontomatene menyampaikan bahwa kegiatan pencarian dimulai sejak pagi hari dengan pelaksanaan apel persiapan dan pengecekan personel. la menekankan pentingnya koordinasi lintas unsur serta ketelitian dalam menyisir area pencarian, mengingat waktu pencarian yang telah memasuki hari keempat.
“Hari ini kami memimpin langsung operasi pencarian bersama Tim SAR gabungan. Koordinasi dan kehati-hatian menjadi penekanan utama agar setiap jengkal wilayah bisa disisir secara maksimal,” kata Iptu Rahmat Saleh.
Di hari keempat pencarian, kata dia, jumlah personel SAR mengalami penambahan signifikan dengan keterlibatan personel Polsek Bontomatene, Basarnas Pos Selayar, Binmas, serta dukungan aktif masyarakat setempat yang memahami kondisi medan.
Untuk efektivitas pencarian, tim gabungan dibagi ke dalam empat regu dengan wilayah penyisiran yang berbeda. Regu pertama melakukan penyisiran intensif di wilayah Alasa dengan fokus pada area perkebunan dan jalur yang sering dilalui warga.
Regu kedua menyisir wilayah Barubasa dengan memeriksa titik-titik yang dianggap rawan dan tersembunyi. Selanjutnya, regu ketiga bergerak ke wilayah Tanaera untuk melakukan pencarian di area dengan vegetasi yang lebih rapat, dan regu keempat melakukan pemantauan dan penyisiran di wilayah Tubo’dong.
Sementara itu, Komandan Pos Basarnas Kepulauan Selayar, Ronaldhi G.K.M., sebelumnya menjelaskan bahwa laporan orang hilang tersebut diterima dari pihak keluarga korban pada Selasa malam.
“Kami menerima laporan dari anak korban pada Selasa, 27 Januari 2026 sekitar pukul 23.00 Wita. Berdasarkan informasi awal, korban meninggalkan rumah pada Minggu siang dengan tujuan ke rumah keluarganya di Dusun Unjuruiya, namun tidak pernah tiba di lokasi tersebut,” kata Ronaldhi.
Ronaldhi mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan warga, korban terakhir kali terlihat berada di sekitar area perkebunan Alasa, Desa Tanete, sehingga lokasi tersebut menjadi titik awal operasi pencarian sebelum kemudian diperluas ke beberapa wilayah lain berdasarkan informasi lanjutan dari masyarakat.
Hingga berakhirnya kegiatan pencarian hari keempat, korban belum berhasil ditemukan. Operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya dengan tetap mengedepankan keselamatan seluruh personel yang terlibat serta memperkuat koordinasi antarunsur guna memaksimalkan upaya pencarian. (*).


Social Header