Breaking News

Wisata Pantai Punagaan Dipadati Pengunjung Jelang Ramadhan, BUMDes Beri Kontribusi PADes


SATULAYAR.COM
- Menjelang bulan Ramadhan 1447 Hijriah, destinasi wisata Pantai Punagaan, Desa Patilereng, Kecamatan Bontosikuyu, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan dipadati ratusan pengunjung, pada Minggu (15/2/2026). 

Tercatat sekitar 300 orang pengunjung yang datang menikmati suguhan indahnya panorama alam yang terletak di pantai timur bagian selatan Pulau Selayar, Sulawesi Selatan ini. 

Direktur BUMDes Baloka Mandiri, Desa Patilereng, Abd. Razak, selaku pengelola wisata pantai Punagaan mengatakan selain warga lokal Selayar, para pengunjung ini datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti dari Makassar, Jakarta, Surabaya, Sinjai serta daerah lainnya. 

"Mereka umumnya merupakan warga Selayar yang merantau dan bekerja di luar Selayar yang pulang kampung menunggu momen ramadhan tiba," kata Razak, kepada satulayar.com pada Minggu (15/2/2026) sore. 

Para pengunjung, lanjut Razak, datang berlibur bersama keluarga dan memanfaatkan akhir pekan untuk berkumpul dan bersantai melepas penat. 

Namun, kata dia, pada momentum akhir pekan menjelang Ramadhan tahun 2026 ini, kunjungan wisatawan mengalami penurunan yang sangat signifikan. Berbeda dengan tahun 2025 lalu, di hari-hari biasa saat akhir pekan kunjungan mencapai 500 orang. Sementara pada akhir pekan saat menjelang bulan puasa kunjungan mencapai 1.200 orang.

"Hari ini wisatawan yang berkunjung itu ada 300 orang. Sangat menurun dibanding akhir pekan jelang ramadhan tahun lalu. Ini disebabkan karena tahun lalu sempat ada buaya yang masuk ke pantai Punagaan," ungkap Razak. 

Kendati demikian, pihaknya memastikan bahwa saat ini destinasi wisata di pantai Punagaan sudah aman untuk dikunjungi. Ia juga mengkonfirmasi bahwa di pantai Punagaan belum siapkan wahana yang bisa dimanfaatkan oleh para wisatawan, seperti babana boat dan lainnya. Namun, kata dia, para wisatawan bisa menikmati keindahan bawah laut, baik dengan snorkeling dan ataupun menyelam. 


Razak mengatakan pihaknya sebagai pengelola baru menyiapkan tempat atau gazebo yang bisa dimanfaatkan oleh para wisatawan untuk berkumpul bersama keluarga, menikmati makanan  baik yang disiapkan oleh pengelola maupun yang mereka bawa sendiri. 

Razak menuturkan bahwa Pantai Punagaan sebagai wisata kerakyatan yang dikelola oleh masyarakat lokal Desa Patilereng sendiri diharapkan tetap bisa berkembang dari tahun ke tahun. 

Untuk itu, ia berharap pemerintah dapat memberikan sumbangsih, apalagi saat ini dengan berkurangnya Dana Desa otomatis penyertaan modal ke BUMDes berkurang. Terlebih lagi penyertaan modal itu hanya diprioritaskan untuk Program Ketahanan Pangan Desa. 

"Kedepan Insya Allah, kita akan terus benahi. Apalagi Desa Patilereng itu sudah terdaftar sebagai Desa Wisata," ucapnya. 

Ia juga menjelaskan bahwa Wisata Pantai Punagaan sebagai salah satu unit usaha BUMDes Baloka Mandiri telah memeberikan berkontribusi Pendapatan Asli Desa (PADes). 

Ia mengatakan di tahun 2025, BUMDes yang dikelolanya itu telah berkontribusi sebanyak Rp.10.9 Juta di tahun 2025. Kontribusi BUMDes itu, telah disetor dan dimasukkan kedalam APBDes Tahun Anggaran 2026.

Kontribusi PADes itu, kata dia, bersumber dari 2 unit usaha yakni Wisata Pantai Punagaan dan Unit Usaha Air Bersih Siap Minum Isi Ulang atau usaha air galon. Sementara untuk unit usaha Ketahanan Pangan di sektor pertanian dan Perikanan belum memberikan PADes karena baru berjalan di akhir tahun 2025.

"Ada 2 unit usaha kami yang sudah memberikan PADes, untuk program Ketapang belum karena jagung kuning yang ditanam masih menunggu musim panen," pungkasnya. (Afd). 

© Copyright 2025 - SATULAYAR.COM | JELAJAH BERITA TERKINI