Breaking News

Pupuk Gemerlap Rusak Tertumpuk, LIRA: Bupati Harus Evaluasi Semoga Korupsi Bibit Nanas Tak Terulang di Selayar


SATULAYAR.COM
- Sebanyak 28 ton pupuk kompos untuk Program Gerakan Menanam Lima Juta Pohon Kelapa (Gemerlap), sebelumnya dilaporkan terbengkalai, hanya tertumpuk dan mengalami kerusakan sehingga pupuk terbuang percuma. 

Pupuk kompos tersebut diketahui diperuntukkan bagi petani kelapa dengan lahan seluas 85 hektare di wilayah di Desa Bontona Saluk, Kecamatan Bontomatene. 

Hal itu pun kemudian viral dan menjadi perhatian publik, bahkan salah satu yang menjadi sorotan tajam yakni penggunaan anggaran pengadaan pupuk dan bibit kelapa bersumber dari uang rakyat yang wajib dipertanggungjawabkan secara terbuka dan serius oleh pemerintah.

Aktivis Pemerhati Pembangunan Selayar, Ahmad Yasin, menilai hal itu menjadi satu indikator tidak adanya koordinasi yang baik antara Dinas Pertanian, dan penyuluh pertanian, dan petani. 

Tidak hanya itu, pengadaan bibit kelapa pada tahun anggaran 2025 juga menjadi sorotannya. Yasin mengatakan seharusnya bibit tersebut seharusnya sudah tertanam seluruhnya. 

Usai viral, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kepulauan Selayar, Ir. Al Amin, S.Pi.,M.M., pada Kamis (5/2/2026) turun langsung ke lokasi meninjau kondisi tumpukan karung pupuk kompos, sekaligus menyalurkan kepada petani kelapa di Desa Bontonasaluk.

Sementara itu, Humas Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kepulauan Selayar, Kamar, menilai kendati sudah tersalurkan, masalah bibit dan pupuk kelapa Program Gemerlap ini tidak berhenti sampai disitu. Melainkan justru butuh pendampingan dan pengawasan ketat di lapangan.

"Semua butuh pengawasan, mulai dari pengadaan bibit, pupuk, distribusi, penanaman bahkan sampai pemeliharaannya semua butuh diawasi. Itukan uang rakyat yang digunakan, semuanya harus jelas," kata Kamar, kepada satulayar.com pada Senin (9/2/2026). 

Lanjut, menanggapi masalah pupuk yang sempat tertumpuk dan bahkan rusak di Desa Bontona Saluk, Kamar menilai hal itu menunjukkan tidak adanya kepedulian dan dukungan dari Pemerintah Desa Bontona Saluk atas program Gemerlap yang merupakan program prioritas daerah sebagaimana termuat dalam visi-misi Kabupaten Kepulauan Selayar. 

"Dari sudut pandang lain saya melihat, bahkan kita bisa menilai hal itu menjadi bukti cueknya Kepala Desa Bontona Saluk terhadap program Gemerlap ini," ujar Kamar. 

Kamar pun meminta Bupati Selayar, H. Natsir Ali mengevaluasi kinerja Kadistan KP, Penyuluh, Tim Satgas Gemerlap Kecamatan, Pemerintah Desa, Satgas Gemerlap Desa dan pihak-pihak terkait, agar program Gemerlap yang telah dicanangkan ini bisa berjalan dan sukses pada akhirnya. 

Ia juga menginginkan semoga kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPH-Bun) Sulsel tahun anggaran 2024 yang saat ini telah ditangani Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan tidak terulang di Kabupaten Kepulauan Selayar. 

"Ini akan menjadi pertaruhan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar karena sudah diberikan kepercayaan oleh Pemerintah Pusat mengawal dan menjalankan Program Gemerlap ini," ucap Kamar. 

Jika ternyata dalam proses perjalanannya Program Gemerlap ini gagal, Kamar menyebut betapa akan sangat sedih dan kecewanya Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yang telah hadir langsung ke Kabupaten Kepulauan Selayar meluncurkan Gerakan Menanam Lima Juta Pohon Kelapa (Gemerlap) pada Sabtu (15/11/2025) lalu.

"Perlu diketahui, Pak Mentan mempromosikan dan membanggakan Program Gemerlap ini dimana-mana ketika melakukan kunjungan ke daerah-daerah. Apalagi, kelapa bagi warga Selayar sudah mengakar dalam bahkan telah menjadi identitas, tradisi dan sumber penghidupan utama bagi masyarakat," pungkasnya. (Afd). 

© Copyright 2025 - SATULAYAR.COM | JELAJAH BERITA TERKINI