SATULAYAR.COM - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Octavianus, mengungkapkan Sulawesi Selatan termasuk salah satu dari 8 provinsi dengan kasus Tuberkulosis (TBC) tertinggi di Indonesia. Adapun provinsi lainnya yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Utara.
Hal itu disampaikan saat Wamenkes, Benjamin Paulus melakukan kunjungan kerja di Puskesmas Ballapara, Makassar pada Selasa, 13 Januari 2026.
“Sulawesi Selatan termasuk dalam 8 provinsi dengan kasus TB tertinggi di Indonesia. Semua dilakukan pemeriksaan cuma 8 provinsi ini prioritas,” ungkap Wamenkes, Benjamin.
Untuk itu, kata dia, Sulsel menjadi prioritas penanganan TBC melalui pemeriksaan intensif. Menurut Benjamin, sebanyak 9.885 kasus TBC telah tercatat di Makassar.
Dalam menangani kasus ini, lanjutnya, Kementerian Kesehatan akan menyediakan alat rontgen portabel gratis untuk Sulawesi Selatan, terutama di Kota Makassar.
“Untuk target awal di Makassar. Targetnya adalah 20 alat rontgen, satu alat bisa digunakan untuk 3.000 pasien,” kata Benjamin Paulus, dilansir dari regional.kompas.com, Rabu (14/1/2026).
Selain pemeriksaan TBC, Dinas Kesehatan Sulsel dan Kota Makassar juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan keluarga penderita, mulai dari cek gula darah, tensi, hingga foto rontgen untuk mendeteksi kelainan paru, jantung, diabetes, dan hipertensi.
“Jika sehari bisa melayani 50 pasien, maka pada tahun 2026 diperkirakan ada 60.000 orang yang akan diperiksa di Makassar,” kata Benjamin.
Lebih lanjut, Wamenkes mengatakan strategi strategi proaktif dalam program penanggulangan TBC dengan mencari secara aktif penderita TBC di masyarakat akan diterapkan melalui TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh) dengan mendatangi rumah-rumah warga.
“Yang terpenting sekarang kita punya data di Kota Makassar ada 9.885 kasus TB yang diobati tahun 2025, tracing adalah kontak positif penderita TB. Maka seluruh penghuni rumah harus di cek, kalau ada kecurigaan baru pemeriksaan lanjut,” terang Benjamin.
Alat rontgen portabel yang akan diserahkan ke Pemprov Sulsel memiliki berat hanya 3 kg, sehingga dapat dibawa ke kelurahan atau rumah warga untuk mempermudah diagnosa. (*).

Social Header