SATULAYAR.COM - Kurma berulat menjadi menu takjil buka puasa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 5 Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada Selasa (24/2/2026) sore.
Hal itu diketahui, saat seorang siswi SMKN 5 Selayar menerima pembagian MBG menjelang waktu berbuka. Menu MBG tersebut diketahui berasal dari salah satu SPPG di wilayah Benteng Selayar.
Siswi SMKN 5 Selayar, HN, yang menemukan hal tersebut mengaku kaget saat hendak mengonsumsi kurma. Kurma yang seharusnya menjadi takjil justru ditemukan dalam kondisi tidak layak konsumsi.
“Awalnya saya kira biasa saja, tapi pas dilihat ternyata ada ulat di dalamnya. Saya langsung tidak jadi makan,” ujar HN, dikutip dari selayarkini.com pada Selasa malam.
Ia pun kemudian menghubungi teman-temannya untuk memastikan kondisi serupa. Hasilnya, beberapa siswa lain juga mengaku menemukan kualitas kurma yang tidak baik.
“Saya langsung hubungi teman sekelas, ternyata ada juga yang bilang kurmanya tidak bagus. Jadi kami khawatir,” ungkapnya.
Temuan ini pun memicu kekhawatiran di kalangan siswa, terutama karena makanan tersebut dikonsumsi saat berbuka puasa.
Sementara itu, orang tua siswa turut menyayangkan kejadian tersebut. Mereka menilai program yang seharusnya mendukung pemenuhan gizi justru terkesan tidak memperhatikan kualitas.
“Kalau memang ini untuk anak-anak, harusnya kualitas dan kebersihannya dijaga. Jangan sampai malah membahayakan,” ungkap salah satu orang tua siswa.
Ia juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya dalam hal pengawasan makanan.
“Program ini bagus, tapi jangan asal jalan. Harus benar-benar diperhatikan kualitasnya,” tegasnya.
Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi seluruh pihak terkait agar tidak mengabaikan kualitas dan higienitas dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, terutama di bulan Ramadan.
Evaluasi menyeluruh dinilai perlu segera dilakukan agar tujuan program benar-benar tercapai, tanpa menimbulkan risiko bagi kesehatan siswa. (*).

Social Header