SATULAYAR.COM - Bupati Kepulauan Selayar, Muhammad Natsir Ali terpantau ngopi santai di Warkop Setia Jhon, Jl. Berkelok, Kelurahan Benteng, usai melakukan jalan pagi, pada Selasa (13/1/2026).
Sebelumya, saat tiba Bupati Natsir langsung menyapa dan menyalami semua pengunjung warkop. Natsir memang dikenal sebagai pribadi yang santai, tenang, bersahaja dan supel, namun tegas dalam memimpin Kepulauan Selayar, kabupaten yang terpisah dari daratan Sulawesi Selatan ini.
Ngopi pagi Bupati bersama warga ini dibalut dalam suasana santai. Forum santai dadakan ini menjadi wadah diskusi terbuka yang syarat makna. Suasana penuh kearaban pun sangat terasa kental, canda tawa sesekali menghiasi perbincangan.
Dalam diskusi santai ini, Bupati Kepulauan Selayar, Natsir Ali kembali menegaskan komitmennya terhadap beberapa program prioritas daerah, seperti program Gerakan Menanam Lima Juta Pohon Kelapa (Gemerlap), Gerakan Menanam Batara/Jagung (Gemetar) dan penerapan check poin bagi kapal pengangkut yang akan membawa ikan ke luar dari Kepulauan Selayar.
Dia mengatakan kedepannya akan melibatkan PPPK Paruh Waktu untuk menyukseskan program Gemerlap dan Gemetar.
"Saya ingin para PPPK Paruh Waktu ini mengambil bagian dalam menyukseskan program Gemerlap dan Gemetar. Kedepan mereka hanya akan diberikan beban kerja selama 3 hari di masing-masing instansinya, yakni mulai Senin hingga Rabu," ujar Natsir Ali.
Selanjutnya, kata dia, untuk hari Kamis dan Jum'at mereka akan diberikan tugas untuk mendampingi masyarakat dalam menjalankan program gemerlap dan gemetar. Setiap PPPK Paruh Waktu akan diberikan tanggung jawab untuk mendampingi paling tidak 2 Hektare lahan yang ditanami jagung, sebagai tanaman sela kelapa.
"Ini kan gaji PPPK Paruh Waktu cukup menyita anggaran daerah. Namun, karena banyaknya jumlah PPPK Paruh Waktu ini, tentu gaji yang akan diterima perbulannya tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Sehingga dengan proses pendampingan atas program gemetar ini, mereka bisa mendapatkan penghasilan tambahan ketika jagung yang ditanam itu telah panen dan dijual," jelas Natsir Ali.
Sementara untuk program check poin, dalam waktu dekat ini sudah mulai diterapkan. Saat ini, kata Natsir, Pemda telah mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang akan bertugas di masing-masing check poin.
"Untuk tahap awal, kita akan menerapkan pada 4 titik check poin, yakni di Pulau Tarupa, Rajuni, Jinato dan Tambuna. Saat ini, tim Pokja telah mempersiapkan petugas untuk mengikuti training," ungkapnya.
Dia mengatakan penerapan check poin ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi sekaligus menjaga keberlangsungan sumber daya perikanan di Kepulauan Selayar.
Hadir dalam diskusi ini, Kapus Bontosunggu H. Faisal, Ketua Forum BUMDesa Kepulauan Selayar Abd. Razak, Officer Konservasi WCS Ibrahim, Pemred Media Satu Layar Afdhal Matalli, serta pengunjung warkop lainnya. (Afd).

Social Header