SATULAYAR.COM - Harga emas sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren yang terus naik. Bahkan hingga awal Januari 2026 harga emas terus menguat hingga menyentuh angka Rp2,5 juta per gram. Namun, kenaikan harga tersebut justru menimbulkan pertanyaan baru. Sebagian orang merasa ragu untuk membeli emas saat harganya sedang tinggi.
Kekhawatiran utama yang muncul ialah potensi penurunan harga di masa depan, yang dianggap bisa berujung pada kerugian. Di sisi lain, ada juga yang tetap yakin membeli emas karena menilai emas sebagai aset penyimpan nilai jangka panjang.
Pertanyaannya, apakah Rugi Membeli Emas Saat Harga Naik? Membeli emas saat harga naik sangat bergantung pada tujuan pembeliannya.
Emas bisa terasa merugikan dalam kondisi tertentu, tapi juga tetap menguntungkan dalam situasi lain. Membeli emas saat harga naik akan terasa merugikan ketika tujuan pembelian hanya untuk jangka pendek.
Pada kondisi tersebut, pembeli berharap mendapatkan selisih keuntungan dalam waktu singkat. Padahal, pergerakan harga emas cenderung fluktuatif dan sulit diprediksi dalam waktu dekat.
Jika seseorang membeli emas di harga tinggi, kemudian menjualnya saat harga terkoreksi, potensi kerugian tentu terbuka lebar. Hal tersebut dapat dipastikan menjadi risiko utama bagi pembelian emas yang berorientasi cepat untung.
Sementara, kerugian juga bisa terjadi saat pembelian emas dilakukan menggunakan dana untuk kebutuhan sehari-hari. Karena, emas bukan aset yang dirancang untuk dicairkan dalam waktu dekat demi menutup kebutuhan rutin.
Saat emas terpaksa dijual dalam kondisi harga kurang ideal, nilai yang diterima bisa tidak sebanding dengan dana yang sudah dikeluarkan. Pembelian emas tanpa perencanaan matang berisiko menimbulkan kerugian, terutama ketika dana yang digunakan bukan dana khusus investasi.
Sebaliknya, membeli emas saat harga naik tidak selalu berujung rugi ketika tujuan utamanya untuk jangka panjang. Dalam sudut pandang ini, emas berperan sebagai aset pelindung nilai, bukan alat mencari keuntungan instan.
Berdasarkan catatan sejarah, harga emas memiliki karakter yang relatif stabil dalam jangka panjang dan cenderung bergerak naik seiring waktu. Hal inilah yang membuat emas cocok disimpan sebagai tabungan atau cadangan aset.
Untuk itu, banyak ahli menyarankan penyimpanan emas minimal selama 3 sampai 5 tahun agar nilainya lebih optimal. Karena, rentang waktu tersebut memberi ruang bagi pergerakan harga untuk menyesuaikan kondisi ekonomi global.
Selain itu, pembelian emas saat harga naik tetap aman selama dana yang digunakan merupakan uang dingin. Dana ini memang disiapkan khusus untuk investasi, bukan untuk kebutuhan pokok atau pengeluaran rutin.
Dengan cara itu, pemilik emas tidak terburu-buru menjual asetnya dan bisa menunggu waktu yang lebih tepat.
Untuk itu, membeli emas saat harga naik sangat ditentukan oleh tujuan, jangka waktu, dan sumber dana pembelian. Perencanaan yang tepat menjadi kunci utama agar emas tetap memberi manfaat.
Sebagai tambahan informasi, berikut rincian lengkap pergerakan dan daftar harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 per hari ini, Selasa (13/1/2026) pagi. Mengacu pada laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam untuk pecahan 1 gram dibanderol Rp 2.631.000.
Daftar harga emas Antam:
0,5 gram: Rp 1.365.5001 gram: Rp 2.631.000
2 gram: Rp 5.202.000
3 gram: Rp 7.778.000
5 gram: Rp 12.930.000
10 gram: Rp 25.805.000
25 gram: Rp 64.387.000
50 gram: Rp 128.695.000
100 gram: Rp 257.312.000
250 gram: Rp 643.015.000
500 gram: Rp 1.285.820.000
0,5 gram: Rp 1.468.000
1 gram: Rp 2.716.000
2 gram: Rp 5.389.000
5 gram: Rp 13.317.000
10 gram: Rp 26.495.000
25 gram: Rp 66.105.000
50 gram: Rp 131.938.000
100 gram: Rp 263.773.000
250 gram: Rp 659.237.000
0,5 gram: Rp 1.396.000
1 gram: Rp 2.661.000
2 gram: Rp 5.243.000
5 gram: Rp 13.011.000
10 gram: Rp 25.951.000
25 gram: Rp 64.718.000
50 gram: Rp 129.334.000
100 gram: Rp 258.540.000
250 gram: Rp 644.763.000
500 gram: Rp 1.289.525.000

Social Header