![]() |
Ketua Bawaslu Kepulauan Selayar, Nurul Badriyah |
Pantauan satulayar.com, kegiatan ini dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra mewakili Bupati Kepulauan Selayar, Dandim 1415/Selayar, Kapolres Kepulauan Selayar, Kejari Selayar, Ketua Pengadilan Negeri Selayar, para Kepala OPD, Ketua dan Anggota Bawaslu Selayar, Ketua KPU, Pimpinan Parpol, NGO, LSM, Ormas dan OKP, perwakilan Akademisi, Pers serta undangan lainnya.
Hadir pula Pimpinan Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, diantaranya Samsuar Saleh, Adnan Jamal, Andarias Duma, Alamsyah.
Ketua Bawaslu Kepulauan Selayar, Nurul Badriyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perhelatan pemilu dan pilkada telah usai, namun masih menyisakan tahapan penting sehingga perlu dilakukan evaluasi, perbaikan dan penguatan kelembagaan dalam menjalankan fungsi pengawasan kedepannya.
"Bawaslu secara nasional dan berjenjang, mulai dari Bawaslu RI hingga kabupaten melakukan langkah strategis dengan melakukan penguatan kelembagaan pengawas pemilu, sehingga dapat mewujudkan demokrasi yang subtantif, yang berlandaskan keadilan, partisipasi dan inklusif serta bebas dari manipulasi dan politik transaksional," kata Nurul Badriyah.
Maka dari itu, lanjut Badriyah, hal-hal baik yang telah dilakukan Bawaslu Kepulauan Selayar harus dapat dipertahankan. Kendati demikian, evaluasi kelembagaan tetap harus dilakukan agar pengawas pemilu dapat meningkatkan kapasitas dan integritas dalam menyelenggarakan dan melaksanakan fungsi pengawasan dengan baik kedepannya.
Dikatakan Badriyah, kini Bawaslu ada di masa pada non tahapan, namun bukan berarti tidak melakukan pengawasan. Saat ini, kata dia, Bawaslu tetap melakukan pengawasan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan untuk memastikan daftar pemilihan di Kabupaten Kepulauan Selayar akurat dan valid.
"Bawaslu juga melakukan kolaborasi atau kerjasana dengan instansi untuk melakukan pengawasan partisipatif, dengan melakukan kegiatan evaluasi penyelenggaraan pemilu dan pemilihan, seperti yang dilakukan hari ini," ungkapnya.
Untuk itu, Nurul Badriyah mengatakan kegiatan ini menjadi wadah evaluasi capaian serta kelembagaan Bawaslu baik dari aspek Sumber Daya Manusia (SDM), struktur, sistem pengawasan, pencegahan penanganan pelanggaran dan baik itu pidana, kode etik, administrasi maupun pelanggaran tethadap peraturan perundang-undangan lainnya. Termasuk dalam hal penyelesaian sengketa pada pemilu dan pilkada sebelumnya.
"Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi forum dialogis produktif terkait pemilu dan pilkada yang sudah terlaksana. Para peserta dapat menyampaikan masukan dan gagasan terbuka baik dari segi kelembagaan dan prosedural karena hal tersebut akan kami sampaikan secara berjenjang ke tingkat pusat agar dapat merumuskan dan menyusun kembali regulasi pelaksanaan pemilu dan pilkada dimasa mendatang," ucap Nurul Badriyah.
Melalui kesempatan ini pula, Nurul Badriyah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kepulauan Selayar yang telah memberikan dukungan dengan memberikan hibah kantor dan gedung kepada Bawaslu Kepulauan Selayar.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra mewakili Bupati Kepulauan Selayar Ir. M. Yunan Krg. Tompobulu, ST.,MT., IPM, menyatakan dukungan Pemerintah Daerah Kepulauan Selayar terhadap penguatan kelembagaan pengawas pemilu di Kepulauan Selayar.
"Dalam konteks daerah, kami sangat menyadari bahwa keberhasilan pelaksanaan pemilu tidak terlepas dari sinergi antara penyelenggara, pengawas, pemerintah daerah, aparat keamanan dan partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, Pemda Kepulauan Selayar mendukung upaya kelembagaan pengawas pemilu dalam batas kewenangan yang diberikan oleh undang-undang," kata Ir. M. Yunan Krg. Tompobulu.
Selanjutnya, Komisioner Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Andarias Duma, membuka secara resmi kegiatan Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu yang diselenggarakan Bawaslu Kepulauan Selayar.
Hingga berita ini ditayangkan, kegiatan masih berlangsung dan terpantau diskusi berjalan dengan alot dengan banyaknya masukan-masukan dari para peserta kegiatan. (Afd).
Social Header