SATULAYAR.COM - Abdul Wahab (70), seorang warga Dusun Bontorikja, Desa Tanete, Kecamatan Bontomatene, Kepulauan Selayar dilaporkan belum kembali sejak meninggalkan rumahnya pada Minggu, 25 Januari 2026. Ia pun dilaporkan hilang oleh pihak keluarga kepada Basarnas Pos Selayar.
Saat itu, korban pamit ke anaknya, St. Hawang, jika akan berkunjung ke rumah keluarganya di Dusun Unjuruiya, Desa Tanete. Namun, korban dipastikan tidak pernah sampai ke tujuan yang dimaksud, usai anaknya menghubungi pihak keluarga yang akan dituju tersebut.
Komandan Pos Basarnas Kepulauan Selayar, Ronaldhi G.K.M, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Ia mengaku pihaknya menerima laporan dari anak korban, pada pada Selasa, 27 Januari 2026 sekitar pukul 23.00 Wita.
Ronald menyampaikan saat ini Tim Basarnas dan BPBD bersama masyarakat sementara melakukan pencarian terhadap korban. "Kami sudah di lokasi (Desa Tanete). Proses pencarian sementara berlangsung," kata Ronald, kepada satulayar.com pada Rabu (28/1/2026) siang.
Sebelumnya, kata Ronald, pihak keluarga bersama masyarakat telah melakukan pencarian karena menurut info terakhir korban terlihat oleh warga pada hari Minggu siang berada di kebun sekitar daerah Alasa, Desa Tanete. Namun hingga tadi malam korban belum ditemukan, sehingga pihak keluarga melaporkan dan meminta bantuan SAR.
"Jadi ini pak Abdul Wahab, pamit ke anaknya mau berangkat ke rumah keluarganya di Unjuruiya pada Minggu siang. Dia jalan kaki. Tapi setelah anaknya menghubungi keluarga yang mau di datangi tersebut, ternyata korban tidak pernah sampai kesana. Malah ada warga yang melihatnya di daerah perkebunan Alasa," ungkap Ronald.
Lanjut, Ronald mengatakan jika korban lama merantau ke Kendari, sekitar 40 tahunan. Setelah istrinya meninggal, akhirnya oleh anaknya dibawa pindah ke Desa Tanete.
"Informasi dari anaknya, korban memang selalu keluar rumah, jalan kaki ke kebun atau berkunjung ke rumah tetangga dan keluarga. Tapi kadang dia juga ada yang antar pulang ke rumahnya," kata Ronald.
Selain itu berdasarkan penuturan anaknya, kata Ronald, korban juga berulang kali menyampaikan kalau ia memiliki kebun di daerah Alasa.
"Korban selalu mau mencari kebun yang dimaksud, sementara kata anaknya dia tidak memiliki kebun disana," pungkasnya. (Afd).

Social Header