SATULAYAR.COM - Pelantikan 105 pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar yang dipimpin Wakil Bupati H. Muhtar patut dilihat lebih dari sekadar agenda administratif. Di balik pengambilan sumpah jabatan tersebut tersimpan pesan yang lebih besar, yakni upaya memperkuat mesin birokrasi agar mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.
Birokrasi pada hakikatnya adalah instrumen utama pemerintah dalam menghadirkan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, setiap pergantian, promosi, maupun rotasi jabatan harus dimaknai sebagai strategi organisasi untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan, bukan sekadar perpindahan personel.
Hal itu disampaikan Pemerhati Pembangunan Kepulauan Selayar, Fahmi Rahman, kepada satulayar.com pada Jum'at (19/6/2026) malam, saat diminta tanggapan soal pelantikan sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Kepulauan Selayar.
Fahmi menilai pesan yang disampaikan Wakil Bupati Kepulauan Selayar mengenai integritas, profesionalisme, inovasi, dan efisiensi anggaran menunjukkan arah kebijakan yang jelas.
"Pemerintah daerah tidak hanya mampu menjalankan rutinitas administrasi, tetapi juga mampu menghasilkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat," ujar Fahmi.
Ia menuturkan bahwa tantangan Selayar hari ini tidaklah ringan. Sebagai daerah kepulauan, pemerintah harus menghadapi persoalan konektivitas antarwilayah, peningkatan kualitas layanan kesehatan, penguatan pendidikan, pengelolaan sumber daya kelautan, pengentasan kemiskinan, hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Karena itu, kata dia, perhatian publik tentu akan tertuju pada sejumlah pejabat yang menempati posisi strategis. Dinas Kesehatan misalnya, diharapkan mampu mempercepat penanganan stunting, meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar, dan memperkuat sistem kesehatan masyarakat hingga ke wilayah kepulauan terluar.
Selanjutnya pada sektor pendidikan, tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan sarana dan prasarana, tetapi juga peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda Selayar agar mampu bersaing di masa depan, kata Fahmi.
Sementara itu, penempatan Zul Regal Janwar sebagai Kepala Dinas Perikanan membuka harapan baru terhadap penguatan sektor maritim yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Selayar.
"Potensi perikanan, budidaya laut, kawasan konservasi, dan ekonomi pesisir membutuhkan tata kelola yang modern serta terintegrasi agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan daerah. Kita tunggu gebrakan Kadis Perikanan baru kita ini," ucap Fahmi Rahman.
Ia mengatakan pelantikan sejumlah pejabat tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya kerja berbasis kinerja. Jabatan publik pada dasarnya bukanlah hak, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui hasil kerja yang nyata.
"Ukuran keberhasilan seorang pejabat bukan terletak pada lamanya menduduki jabatan, tetapi pada kemampuan menghadirkan perubahan positif yang dapat dirasakan masyarakat," katanya lagi.
Masyarakat Selayar tentu berharap agar semangat reformasi birokrasi yang disampaikan dalam pelantikan ini benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata. Efisiensi anggaran harus menghasilkan pelayanan yang lebih baik. Profesionalisme harus melahirkan inovasi. Integritas harus tercermin dalam pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
"Pelantikan 105 pejabat ini bukanlah garis akhir, melainkan titik awal. Ujian sesungguhnya baru dimulai setelah prosesi pelantikan selesai. Yang akan dinilai masyarakat bukanlah siapa yang dilantik, melainkan apa yang berhasil dikerjakan untuk kemajuan Kabupaten Kepulauan Selayar," pungkas mantan aktivis HMI Cabang Makassar era orde baru ini. (Tim).

Social Header