SATULAYAR.COM - Tim SAR Gabungan resmi menutup operasi pencarian terhadap Abd. Wahab (70), seorang lansia warga Dusun Bontorikja, Desa Tanete, Kecamatan Bontomatene, Kepulauan Selayar pada Selasa (3/2/2026) sore, dengan hasil nihil.
Penutupan ini diputuskan usai Tim SAR gabungan yang terdiri dari Personel Basarnas Pos Selayar, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD Kepulauan Selayar, serta masyarakat setempat melaksanakan pencarian dan penyisiran selama tujuh hari, terhitung 28 Januari hingga 3 Februari 2026.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan bahwa selama tujuh hari pelaksanaan operasi SAR, tim telah melakukan penyisiran secara maksimal di berbagai sektor pencarian.
“Operasi SAR telah dilaksanakan selama tujuh hari dengan melibatkan tim SAR gabungan. Mereka melakukan pencarian hingga radius kurang lebih sepuluh kilometer dari lokasi yang diduga menjadi jalur pergerakan korban, namun hingga penutupan operasi hari ini, korban belum berhasil ditemukan,” ujar Sultan.
Ia menjelaskan, selama proses pencarian, tim SAR gabungan tidak menemukan jejak maupun tanda-tanda keberadaan korban, yang menjadi salah satu kendala utama dalam operasi di lapangan.
“Tidak ditemukannya jejak atau petunjuk keberadaan korban menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR gabungan, selain luasnya area pencarian,” ungkap Sultan.
Selain upaya penyisiran langsung, tim SAR gabungan juga telah melakukan langkah antisipatif dengan menyebarkan informasi kepada desa-desa sekitar lokasi pencarian, agar masyarakat segera melaporkan apabila melihat atau menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Kami telah menyampaikan informasi kepada desa-desa tetangga agar apabila masyarakat menemukan atau melihat korban, dapat segera melaporkan kepada aparat setempat atau kantor Basarnas terdekat,” tambah Sultan.
Ia menambahkan bahwa dihari ke tujuh atau harivm terakhir pencarian dilakukan proses debriefing dengan pihak keluarga korban untuk melakukan penutupan operasi sar.
"Bersama dengan pihak keluarga, tim SAR gabungan melakukan debriefing dengan penandatanganan berkas bahwa keluarga telah memutuskan untuk tidak melanjutkan pencarian terhadap korban," tutup Sultan.
Dengan ditutupnya operasi SAR, pencarian selanjutnya akan dilakukan secara terbatas melalui pemantauan informasi dari masyarakat. Basarnas Makassar tetap membuka jalur koordinasi dan siap melakukan tindak lanjut apabila terdapat laporan baru terkait keberadaan korban.
Diberitakan sebelumnya, Abdul Wahab (70), dilaporkan hilang sejak meninggalkan rumahnya pada Minggu, 25 Januari 2025. Ia pun dilaporkan hilang oleh pihak keluarga kepada Basarnas Pos Selayar, pada Rabu, 28 Januari 2026, setelah sempat dilakukan upaya pencarian oleh pihak keluarga bersama warga setempat.
Saat itu, korban pamit ke anaknya, St. Hawang, jika akan berkunjung ke rumah keluarganya di Dusun Unjuruiya, Desa Tanete.
Namun, korban dipastikan tidak pernah sampai ke tujuan yang dimaksud, usai anaknya menghubungi pihak keluarga yang akan dituju tersebut.
Tim SAR awalnya memulai lokasi pencarian di sekita lokasi kebun Alasa, Desa Tanete karena awalnya info terakhir korban terlihat oleh warga pada hari Minggu siang berada di kebun sekitar daerah Alasa, Desa Tanete. Tetapi, kemudian operasi pencairan dialihkan ke daerah timur perkampungan Desa Tanete, tepatnya di sekitar Bontokadatto.
Perubahan lokasi pencarian dilakukan karena informasi terbaru yang didapatkan Tim SAR bahwa pada Minggu sore, korban terlihat oleh warga bernama Sanneng dan anaknya, Rahma yang sementara membakar tempurung di daerah Bontokadatto. (*).

Social Header