![]() |
SATULAYAR.COM - Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kepulauan Selayar, Hj. Andi Putriana, mengukir sejarah baru dalam dunia perpolitikan di Kepulauan Selayar, kabupaten yang terletak di ujung selatan Sulawesi Selatan dan terpisah dari daratan Sulawesi ini.
Betapa tidak, ia berhasil menasbihkan dirinya sebagai pendobrak stereotipe gender dan berani tampil terdepan mewakili kaum perempuan dalam pentas politik yang tidak tanggung-tanggung karena berani menakhodai sebuah partai di Kepulauan Selayar.
Hj. Andi Putriana telah resmi dilantik langsung oleh Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep di Hotel Claro Makassar, Rabu (28/1/2026). Ia dilantik bersama Muammar Gandi Rusdi sebagai Ketua DPW PSI Sulawesi Selatan, serta jajaran Pengurus Daerah PSI untuk wilayah Provinsi Sulsel.
Sehari setelahnya, Rusdi Masse Mappasessu (RMS) juga resmi bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) setelah mengundurkan diri dari Partai NasDem.
Bergabungnya RMS ditandai dengan pemasangan jaket PSI pada momentum Rakernas PSI di Hotel Claro, Makassar, Kamis (29/1/2026). Hal itupun disambut meriah jajaran pengurus dan kader PSI di Sulawesi Selatan, tak terkecuali Ketua PSI Kepulauan Selayar, Hj. Andi Putriana.
Rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menakhodai partai berlambang gajah itu pun disampaikan oleh Pemilik APMS Putriana Jaya Utama ini.
Kepercayaan yang diterimanya itu dinilai sebagai sebuah suntikan semangat sekaligus menjadi energi baru bagi dirinya untuk melepas tambat di dermaga dan membawa kapal bernama PSI mengarungi laut, menghadapi gelombang perairan laut Selayar demi mengibarkan panji-panji PSI hingga pelosok-pelosok desa dan pulau-pulau di seluruh wilayah Kepulauan Selayar.
"Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda dan masyarakat umum untuk terlibat aktif dalam perjuangan politik PSI di Kepulauan Selayar," kata Hj. Andi Putriana.
Ketangguhan Hj. Andi Putriana sebagai nakhoda partai perempuan di Kepulauan Selayar akan diuji. Stigma perempuan sebagai makhluk yang raganya dibalut oleh kelembutan, kelemahan dan keterbatasan harus dibuktikan bahwa jiwanya punya sejuta kekuatan. Pengakuan bahwa kaum perempuan adalah para pejuang garis paling depan peradaban suatu bangsa harus dibuktikannya.
Dikukuhkannya Hj. Putriana sebagai Ketua PSI membawa angin segar bagi dunia politik. Ia dituntut mampu merangkul semua kalangan, termasuk mampu memberdayakan kaumnya terutama mereka-mereka yang tergolong kelompok rentan melalui partisipasi aktif, akses informasi, dan melibatkannya dalam pengambilan keputusan demokratis.
"Politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan upaya mengubah rakyat menjadi subjek pembangunan yang berdaya, sadar hak, dan mandiri secara sosial dan ekonomi,".
Sementara, menanggapi bergabungnya Rusdi Masse Mappasessu (RMS) ke Partai Solidaritas Indonesia, Hj. Andi Putriana menilai kehadiran RMS akan memperkuat konsolidasi PSI di Sulawesi Selatan serta membuka ruang perjuangan politik yang lebih luas dan inklusif.
Rusdi Masse sendiri dikenal sebagai tokoh sentral politik di Sulawesi Selatan yang memiliki pengalaman dan pengaruh kuat dengan jejaring loyalis yang teruji hingga akar rumput.
“Kami optimistis, dengan bergabungnya Rusdi Masse, PSI akan semakin diperhitungkan dalam percaturan politik Sulawesi Selatan dan nasional,” ujarnya.
Hal itu, kata Andi Putriana, menunjukkan bahwa PSI semakin mendapat kepercayaan dari tokoh-tokoh besar daerah sebagai kendaraan politik yang konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat, termasuk di Kabupaten Kepulauan Selayar. (*).

Social Header